Bulan: Juni 2015

Jangan letakkan ponsel pintar dekat dengan jantung yang sakit

cell-phone-heart-monitor-537x378Sebuah studi yang dilakukan di Jerman menunjukkan pasien-pasien yang menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) dan defibrilator kardioversi tanam (implantable cardioverter defibrilator/ICD) harus menjauhkan ponsel pintar mereka dari jantung untuk mencegah terjadinya inteferensi elektromagnetik. Carsten Lennerz MD, salah satu peneliti, menyebutkan “Alat pacu jantung dapat mendeteksi sinyal elektromagnetik dari ponsel pintar sebagai sinyal jantung, sehingga menyebabkan alat tersebut tidak bekerja dalam waktu singkat. Hal ini dapat menyebabkan penghentian ritme jantung dan pingsan. Sedangkan untuk ICD interferensi sinyal dapat menyerupai gangguan irama jantung berat, sehingga menyebabkan alat tersebut melepaskan kejutan listrik yang menyakitkan.” Lanjutkan membaca “Jangan letakkan ponsel pintar dekat dengan jantung yang sakit”

Iklan

Hati-hati dengan aktivitas online anak remaja

G9kTei1EecOrangtua berhati-hatilah dengan aktivitas online anak remaja anda, selain risiko yang jelas seperti pelecehan seksual dan perkosaan seperti yang baru-baru ini terjadi dan menyebabkan seorang anak gadis bunuh diri, masih banyak hal lain yang mengancam pada saat anak remaja online tanpa pengendalian dan pengawasan yang baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cyberbullying pada anak remaja menyebabkan terjadinya peningkatan risiko depresi dan beberapa gangguan psikologis lainnya. Lanjutkan membaca “Hati-hati dengan aktivitas online anak remaja”

Perlukah Demam Diobati?

Picture2Tulisan ini dikutip dari Tabloid MD edisi Mei 2015, untuk berlangganan silahkan kirim email ke info@tabloidmd.com

Demam merupakan gejala yang paling sering menyebabkan anak dibawa berobat ke dokter. Secara khusus, anak yang paling sering dibawa ke dokter umumnya yang berusia di bawah 3 tahun. “Ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya ketika menerima pasien dengan keluhan demam,” papar DR. Dr. Djatnika Setiabudi, Sp.A(K), MCTM, dari FK Universitas Padjajaran dalam acara Bogor Pediatric Update 2015, bulan Maret 2015 lalu. Lanjutkan membaca “Perlukah Demam Diobati?”

Imunisasi: Halal atau Haram?

Picture2Tulisan ini dikutip dari Tabloid MD edisi Mei 2015, untuk berlangganan silahkan kirim email ke info@tabloidmd.com

Minggu terakhir di bulan April 2015, diperingati sebagai Pekan Imunisasi Dunia oleh World Health Organization. Peringatan serupa dilakukan pula oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan mengadakan simposium media yang membahas berbagai isu imunisasi. Salah satu yang paling menarik perhatian peserta adalah paparan Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), yang merupakan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP-IDAI), yang membahas isu halal atau haram vaksinasi. Lanjutkan membaca “Imunisasi: Halal atau Haram?”

Banyak penderita lupus tidak patuh berobat

butterfly rashBanyak pasien-pasien dengan lupus tidak meminum obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat seperti yang baru-baru ini ditunjukkan oleh sebuah studi. Para peneliti yang mengevaluasi pasien-pasien dengan jaminan kesehatan Medicaid (serupa dengan JKN/BPJS di Indonesia) menemukan mereka seringkali tidak patuh terhadap pengobatannya. Selama pemantauan enam bulan, tingkat kepatuhan berobat pasien hanya berkisar antara 31-57% saja.

Lanjutkan membaca “Banyak penderita lupus tidak patuh berobat”

Vaksinasi influenza juga bermanfaat untuk jantung koroner

flu_shot_poster-p228669758480602309t5ta_400Vaksinasi influenza telah menunjukkan hasil yang sangat baik dalam hal pencegahan influenza. Manfaat tidak hanya berguna pada orang-orang yang tinggal di negara-negara empat musim, tetapi juga di negara-negara tropis seperti Indonesia. Karena vaksinasi ini tidak hanya melindungi terhadap influenza A, tetapi juga bermanfaat terhadap virus yang menyebabkan terjadinya flu biasa. Baru-baru ini sebuah studi lanjut menunjukkan bahwa vaksinasi ini juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke terutama pada individu dengan risiko tinggi.

Vaksinasi influenza dapat menurunkan insidens penyakit kardiovaskular

Flu+shot_hdVaksinasi influenza telah direkomendasikan untuk dapat diberikan kepada semua orang berusia di atas 6 bulan, namun demikian pelaksanaannya tetap lambat. Studi-studi di lapangan telah menunjukkan keuntungan dari vaksinasi skala besar, baik dari segi optimalisasi penggunaan sumber daya kesehatan maupun perbaikan produktivitas kerja, namun apakah vaksin influenza dapat mencegah kejadian kardiovaskular masih menjadi kontroversi. Lanjutkan membaca “Vaksinasi influenza dapat menurunkan insidens penyakit kardiovaskular”