Bulan: Maret 2016

WHO menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai Hepatitis C

getty_rm_illustration_of_hepatitis_cOrganisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini, di hadapan lebih dari 10.000 delegasi yang menghadiri International Liver Congress 2014 London, menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai tatalaksana Hepatitis C. Panduan klinis ini sangat ditunggu oleh karena besarnya dampak hepatitis C terhadap kesehatan dunia, saat ini virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 130 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 350.000-500.000 kematian setiap tahunnya. Semakin menyebarnya penyalahgunaan obat-obatan narkotika suntikan dan perilaku seks bebas semakin mempersulit penanganan infeksi ini, terutama di negara-negara berkembang di mana sarana dan prasarana kurang memadai. Lanjutkan membaca “WHO menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai Hepatitis C”

Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?

metforminPenggunaan sulfonilurea sebagai terapi lini kedua untuk diabetes tipe 2 sama efektifnya dengan obat-obatan yang lebih baru, namun jauh lebih murah, demikian hasil dari sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care oleh Zhang Yuanhui dkk. dari University of North Carolina State.┬áPara peneliti menjelaskan bahwa saat ini ada 11 golongan anti-diabetes yang disetujui, dengan Metformin sebagai terapi lini pertama oleh karena banyaknya bukti jangka panjang yang menunjukkan efektivitas dan keamanannya. Pada saat metformin sudah tidak mampu mempertahankan kendali glukosa maka anti-diabetik lainnya dapat ditambahkan. Namun demikian sampai saat ini tidak ada konsensus ataupun bukti-bukti yang mampu mendukung secara jelas pemilihan obat-obatan ini. Lanjutkan membaca “Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?”