Author Archives

dr. Stevent Sumantri Sp.PD

Seorang internist muda yang mengajar, meneliti dan melayani pasien di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dan Rumah Sakit Umum Siloam, Lippo Village, Karawaci, Tangerang

Bagaimana menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis bagi penyintas autoimun

Kawan-kawan penyintas yang terkasih, kesehatan tulang merupakan salah satu kunci penting untuk menjalani hidup yang penuh aktivitas. Tanpa tulang yang sehat, kita terpapar mengalami risiko pengeroposan (osteoporosis) dan patah (fraktur) tulang yang akan menyebabkan terbatasnya mobilitas dan kesakitan. ODAI merupakan salah satu kelompok yang mengalami risiko tinggi osteoporosis, baik oleh karena sebagian besar merupakan wanita yang merupakan populasi kunci osteoporosis, namun juga oleh karena kondisi inflamasi, batasan paparan matahari dan diet serta penggunaan obat-obatan kortikosteroid. Penting bagi kawan-kawan ODAI untuk mengetahui bagaimana cara untuk menjaga kesehatan tulang kita untuk kini dan nanti yang dijabarkan dalam poin-poin singkat di bawah ini, selamat belajar. Lanjutkan membaca “Bagaimana menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis bagi penyintas autoimun”

Hydroxychloroquine dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas

Hydroxychloroquine (Plaquenil) adalah obat yang awalnya dipakai untuk mengobati atau mencegah malaria. Saat ini, Plaquenil dan antimalaria lainnya (chloroquine) juga digunakan untuk mengobati dan membantu mencegah gejala yang disebabkan oleh penyakit autoimun tertentu seperti rheumatoid arthritis (RA), lupus eritematosus sistemik, dan diskoid lupus, walaupun penyakit ini tidak disebabkan oleh parasit malaria. Plaquenil termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai obat antirematik modifikasi penyakit (DMARDs). Lanjutkan membaca “Hydroxychloroquine dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas”

Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas

Vitamin D mengacu pada serangkaian hormon steroid yang biasanya terkait dengan penyerapan dan kalsium serta fosfat. Vitamin D hadir dalam dua bentuk utama, vitamin D3 (cholecalciferol) dan vitamin D2 (ergocalciferol). Kedua bentuk vitamin D tersedia dalam jumlah terbatas pada sumber makanan dan sintesis vitamin D3 terkait matahari adalah sumber utama pada manusia. Setelah tertelan, vitamin D2 dan D3 pertama kali diproses hati dan kemudian menjalani hidroksilasi di ginjal untuk menjadi aktif. Bentuk aktif vitamin D3 dikenal dengan calcitriol, atau 1,25 (OH) 2D. Lanjutkan membaca “Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas”

Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan

Obat imunosupresan adalah golongan obat yang menekan, atau mengurangi, kekuatan sistem kekebalan tubuh. Beberapa obat ini digunakan untuk membuat tubuh tidak menolak organ transplantasi, seperti hati, jantung, atau ginjal, obat ini disebut obat anti-penolakan. Obat imunosupresan lainnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan autoimun seperti lupus, psoriasis, dan rheumatoid arthritis. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan”

Mari mengenal lebih jauh mengenai terapi AI: Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat buatan manusia yang mirip dengan kortisol, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenalin secara alami. Kortikosteroid sering disebut dengan istilah singkat “steroid.” Kortikosteroid berbeda dengan senyawa steroid terkait hormon pria yang terkadang disalahgunakan oleh para olahragawan. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai terapi AI: Kortikosteroid”

Mari mengenal lebih jauh mengenai Hepatitis Autoimun

Hepatitis autoimun adalah peradangan yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh berbalik melawan sel hati. Penyebab pasti hepatitis autoimun tidak jelas, namun faktor genetik dan lingkungan berinteraksi seiring waktu dalam memicu penyakit ini. Hepatitis autoimun yang tidak diobati dapat menyebabkan pengerasan hati (sirosis) dan akhirnya gagal hati. Ketika didiagnosis dan diobati dini, hepatitis autoimun dapat dikontrol dengan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Transplantasi hati mungkin menjadi pilihan ketika hepatitis autoimun tidak merespons dengan pengobatan obat atau bila penyakit hati sudah lanjut. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai Hepatitis Autoimun”